Nanti Giliran Ku

 Aku berdoa pada Tuhan, mengeluh sebab seharian hawa di kotaku panas tak kepalang, aku meminta hujan turun untuk mendinginkan.


Aku bersungut-sungut sebab doaku tak kunjung dikabulkan.


Tanpa aku ketahui, ada doa seorang penjual minuman pinggir jalan yang ingin dagangannya laku sebab malam nanti harus menebus obat, ada doa seorang orang tua tunggal yang belum punya biaya membetulkan genteng dan atap rumah, ada seorang supir yang baru saja kehilangan kacamatanya tak mampu melihat jelas jalanan yang tertutup rintik hujan padahal sedang kejar setoran.


Doa manusia bermacam-macam.

Tunggu giliran.


Semuanya tak bisa semaumu.

Yang ditunda belum tentu tak indah.



Comments

Popular posts from this blog

Usai

Buku Yang Telah Selesai