Ku Harap Kau tak Membaca Ini
Ada kah di sana, Tuan masih menyulam lara, dari puing-puing kehancuran kita? Tidak kah lebih elok mereka, dari anak-anak anjing yang dipisahkan orangtuanya? Ada kah di sana, Tuan masih memunguti hujan, dari jalan-jalan aspal yang kita tinggalkan? Tidak kah lebih mewangi, dari airmata? Berbahagia lah Tuan, bila tak dirundung penyesalan. Sebab bangun, tanpa mengulang sepi. Kendati hati mendulang iri, tak pantas bila meradang benci. Sudah sore, Bila kah esok bertemu kembali, berpura-pura lah tak pernah menyakiti.