Posts

Showing posts from 2020

Ibuku Berkata;

 Ibu ku pernah bilang; Jika seseorang pria benar-benar perduli dengan kamu, menginginkankamu. kamu tidak perlu bertanya-tanya bagaimana perasaannya dia akan terus mengingatkanmu dan membuktikan sesuatu yang kamu inginkan Hingga sampai nanti kamu akan mengenal apa itu keindahan dari rasa cinta, hingga sampai nanti kamu benar-benar percaya padanya yang benar untukmu dan yang bersungguh-sungguh, tidak akan membuatmu bertanya-tanya Apakah? Benarkan? dan, Mungkinkah? 

Dua Orang Asing Yang Sempat Saling

kelak jika nanti kita tidak saling butuh, saling rindu, atau saling mencari. kamu ingat ini bagaimanapun cerita kita ini berakhir, saya akan selalu mengingatmu sebagai sosok yang mampu mencintaiku dengan saat baik dan sempurna, membuat saya utuh dan tangguh dalam segala hal, tidak ada yang kebetulan termasuk pertemuan kita. tak perlu sesali ambil hikmahnya tuhan tidak pernah salah dalam berencana, kamu tidak pernah salah untukku bila nanti datang hari kamu mengenang apa yang kita punya di masa lalu, hari dimana saya masih giat mencintai, dimana saya yang selalu bertanya 'kamu sayang saya ngga? atau 'jangan pergi tinggalin saya ya' . kamu ingat ini, saya hanya ingin selalu memastikan perasaanmu masih sama sejak awal jumpa padaku untuk hari esok, esok dan esoknya lagi. sampai saya pada satu titik. dimana rasanya semua sudah CUKUP bila nanti kamu mulai ragu, lelah, jenuh, kamu ingat ini jauh pada hari saya dan kamu bertemu. jauh sebelum saya jatuh cinta pada senyum itu. ...

??

 bisakah aku bertemu denganmu lagi? Saat menghadapi takdir ini yang telah terlewati dari waktu ke waktu Mungkin cerita kita menjadi sebuah mimpi yang tak bisa kita bangun Suaraku tidak bisa datang pada dirimu yang jauh Bahkan jika hanya satu kali Aku mencintaimu, jauh di dalam hatiku Jangan biarkan aku menangis

TENTANG JARAK YANG TAK PERNAH DISANGKA-SANGKA;

Semesta menciptakan jarak Tapi hatiku tidak Pikiranmu luas Pikiranku sempit; cuma ada kamu Sampai kapan? Tidak tau, jawabku Berhenti saja Sudah kucoba tapi tetap saja pikiranku sempit; cuma ada kamu

Aku tidak tau kapan kamu akan pergi;

Aku memercayai harapan—bahwa pada tiap diri manusia selalu terselip kebaikan. Aku memercayai harapan—bahwa mungkin; kali ini, demi Tuhan kali ini saja, semuanya akan memiliki akhir berbeda. Aku tidak lagi patah dan bisa mencecap bahagia. Dan entah untuk kali ke berapa, aku salah. Entah untuk kali ke berapa, aku kecewa. Aku mulai mempertanyakan segalanya, kalau-kalau yang tidak beres itu sebenarnya tindakanku yang selalu memberi tiap orang kesempatan sama, tidak peduli sudah berapa kali prediksiku salah.

Pada bagian yang tidak pernah kamu tau;

//Semenjak saat itu, aku memilih untuk diam. Memilih untuk asing, dan memilih untuk pergi.

Kita sekedar puisi

Kita adalah sisa, jelmaan dari susunan syair yang lama pupus Kita adalah bekas, sama-sama tercipta dari serpihan kisah yang kandas Kita adalah fana, tapi tidak dengan cinta. Sebab kita hanya aksara

Sudahi

Aku tidak mengerti maksudmu apa, sedikit sedikit kau membuatku merasa istimewa. Lalu sedikit sedikit kau mudah sekali menuai luka, hingga membuatku merasa tak berharga.  Sebenarnya aku saja yang terlampau cepat besar kepala dalam menerka, atau memang kau sengaja membuatku terlena?   Tuan, Aku sudah lelah dengan segala nestapa yang tak berkesudahan. Aku sudah lelah dipermainkan dan dimonopoli oleh penantian.  Aku juga sudah sangat lelah mencari ujung jalan. Lucunya, Aku selalu ingin berhenti sebab lelah yang terlampau jauh menggerogoti. Namun mengapa selalu saja aku kembali?  Mantra apa yang telah kau sematkan dengan sangat anarki? Ini benar benar anomali maha gila, tidakkah bisa aku waras walau sebentar saja?  Aku sudah berjanji, untuk tidak menulis perihal patah hati lagi. Lalu kuingkari untuk yang kesekian kali, sebab hatiku yang telah susah payah kurangkai kembali-kau hancurkan lagi dengan belati.   Lebih lucunya lagi, Aku ini yang selalu dib...

Harap

bila semua terasa terlalu perih, aku mohon diberi sebuah hati yang senantiasa mengampuni. Jangan biarkan aku direbut kepahitan, jangan tinggalkan aku dalam keputus asaan. Sekalipun nanti segalanya mencekam, aku akan tetap berjalan dalam iman dan pengharapan. Sembari menanti-nantikan dan melayakkan diri untuk merasakan yang paling besar. Kasih yang sesuai porsi, tidak selalu kasih yang aku ingini. Semoga aku mengerti.

Untukmu, zaa

Malam itu saat kamu bertanya 'sudah tidak bisa lagi kan' Rasanya aku ingin menjawab 'bisa' sebenernya aku ingin menjawab seperti itu, mau sekali. Tapi tidak ku lakukan karna aku tidak mau membuatmu menunggu lama bersamaku, aku tidak mau. Aku tau kalau kamu ragu, dan aku tau kalau kamu sudah tidak yakin dengan ku dan sekarang semuanya selesai Gadis kecil yang suka makan es krim dan merepotkanmu ini, kini akan melanjutkan perjalanannya tanpamu Baik-baik disana Maka, aku mengikhlaskan mu ...

Yang tidak terlihat

Tolong Bantu Pikiranku kacau, hancur lebur Kotor, hitam, seperti lumpur Tolong bantu Hati sudah sekeras batu Mau mati Tapi ditali Ingin terbang Tapi dikekang Siksa saja Sudah biasa

Ku Harap Kau tak Membaca Ini

Ada kah di sana, Tuan masih menyulam lara, dari puing-puing kehancuran kita? Tidak kah lebih elok mereka, dari anak-anak anjing yang dipisahkan orangtuanya? Ada kah di sana, Tuan masih memunguti hujan, dari jalan-jalan aspal yang kita tinggalkan? Tidak kah lebih mewangi, dari airmata? Berbahagia lah Tuan, bila tak dirundung penyesalan. Sebab bangun, tanpa mengulang sepi. Kendati hati mendulang iri, tak pantas bila meradang benci. Sudah sore, Bila kah esok bertemu kembali, berpura-pura lah tak pernah menyakiti.

Semesta benar-benar memberi kita jarak

Seumpama nanti kita kembali asing, aku bersyukur kita pernah saling. Lantas di atas segalanya, aku menghargai segala cerita sebelum ada yang berpaling. Sungguh, kamu salah satu bagian cerita terpenting. —

Usai

Mengenal kamu adalah hal terbaik dalam hidupku Aku ga nyangka disekian banyak orang dimuka bumi ini kamu bisa menemukanku yang bagaikan semut diantara para dinasaorus Ini aku spesies wanita yang ga gaul cuman hidup didunianya sendiri, buku dan pulpen adalah temanku sepertinya cuman itu alat komunikasiku pada dunia Lalu semesta bergerak dengan misterinya sendiri, bayangkan didunia yang sebesar ini Sisemut ditemukan orang yang sepertimu Aku sangat bahagia bisa mengenal mu. Bahkan aku tidak menyangka nyangka bagaimana awal kita bisa bertemu dahulu Hal-hal yang pernah kita lalui bahagia, sedih, pertengkaran, bahkan sekalipun keraguan Tapi yang ku bilang semesta selalu bergerak dengan misterinya sendiri , Ntah kita di pertemukan untuk menjadi sebuah pelajaran atau hal lain Seiring berjalannya waktu , Mungkin benar kau harus rela mengikhlaskan daripada harus memaksakan. Untuk sekian kalinya aku berterimakasih, karna kamu sudah mau menjadi bagian dari apa yang aku ceritakan. Apa ...